Produk101: Saya harus mulai darimana?

Produk101: Saya harus mulai darimana?

Subscribe to my newsletter and never miss my upcoming articles

Saya telah berbicara dengan banyak orang yang ingin memulai perusahaan digital atau membangun produk digital mereka.

Banyak dari mereka yang memiliki ide dan pemikiran yang baik, akan tetapi mereka tidak tahu harus mulai dari mana. Sehingga merekapun mencoba untuk berdiskusi atau sekedar meminta saran saya.

Terkadang, saya biasa berpikir secara spontan tentang ide spesifik mereka dan kemudian menghasilkan ide, pemikiran atau bahkan langkah-langkah yang dapat mereka ambil berdasarkan pengalaman saya sendiri.

Nyatanya, saya segera menyadari bahwa hal ini sangatlah tidak membantu dan sebenarnya itu hanya ego saya semata.

Saya menghabiskan beberapa waktu mencoba untuk menemukan jawaban yang lebih baik bagi siapa pun yang menanyakan pertanyaan:

“Saya harus mulai darimana?”

Dalam hidup saya sendiri, saya telah menemukan bahwa menambahkan beberapa pertanyaan yang menantang adalah cara paling efektif untuk mendapatkan jawaban yang terbaik.

Bagi saya, ini berarti membuat sebuah kerangka atau serangkaian langkah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

6 langkah untuk memulainya

Image for post

Crazy 8’s Method

Dalam konteks “darimana saya harus memulainya”, berikut ini adalah 6 langkah sederhana yang saya lakukan, dan semoga dapat memberikan panduan yang jelas bagi mereka yang tertarik untuk membangun sebuah perusahaan atau produk digital mereka nantinya.

1. Buat sketsa apa yang akan kamu buat

Saya sedikit banyak belajar bahwa ide-ide yang melayang di kepala terkadang tidak jelas dan belumlah lengkap. Membuat sketsa akan memaksamu untuk memikirkan banyak pertanyaan tentang idemu yang belum kamu pertimbangkan dan juga akan mempersiapkanmu untuk langkah # 2 yang (menurut saya) adalah langkah terpenting dari semuanya.

2. Apakah orang menginginkan hal ini?

Ini mungkin terdengar pertanyaan sederhana, akan tetapi 99% orang yang saya ajak bicara melewatkan langkah penting ini atau mencoba bertanya “Apakah saya menginginkan hal ini?”.

Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu dapat menggunakan sketsa dari langkah # 1 dan berbicara dengan target pelanggan / pengguna produkmu nantinya. Yap, kamu dapat menggunakan sketsa sebagai referensi untuk menjelaskan gagasan dengan jelas atau melakukan beberapa pengujian pengguna awal.

Hal terpenting yang harus diketahui adalah apakah calon pelangganmu benar-benar menginginkan apa yang kamu rencanakan untuk bangun dan wujdukan.

Nyatanya, hanya sedikit sekali orang yang benar-benar melakukan hal ini. Meskipun sebenarnya kita akan lebih senang jika tahu akan sesuatu lebih awal, atau mungkin dapat memodifikasi ide asli sebelumnya sehingga memiliki peluang sukses yang lebih tinggi.

Catatan: Akan banyak orang yang kamu ajak bicara akan berbohong karena mereka tidak ingin menyakiti perasaanmu. Jadi, kamu harus kreatif dalam mendapatkan jawaban sebenarnya, apa yang orang mau. Kamu bisa belajar membuat User Research dari artikel — Tentang User Research

3. Bagaimana hal ini akan menghasilkan uang?

Terdengar klise memang, akan tetapi dengan meneliti saluran penjualan / pemasaran akan membantumu dalam menginformasikan model bisnis apa yang terbukti dapat bertahan di pasar saat ini. Cukup banyak model bisnis yang ada dipasaran, dari mulai subcription based hingga sharing commision.

Kamu hanya perlu mulai dari bayangan yang akan dilakukan orang ketika menghargai produkmu nantinya.

4. Seberapa banyak?

Oke, jika kamu cukup yakin bahwa produkmu adalah apa yang dinginkan orang. Sekarang, kamu harus melakukan beberapa penghitungan cepat untuk mengetahui seberapa banyak orang yang menginginkannya, apakah mereka mau membayar dan apakah produk tersebut memiliki peluang untuk berkelanjutan kedepan.

Ingat, jika kita membangun produk yang diinginkan orang, artinya hal ini akan jelas membantu dalam bisnismu untuk berkembang!

5. Identifikasi inti dari idemu

Ini akan sangat terkait dengan langkah # 2. Mengidentifikasi inti dari ide pada dasarnya adalah lanjutan dari “apakah orang menginginkan hal ini?”.

Langkah ini akan membantumu mengambil ide produk yang sangat jauh lebih besar yang ada dalam pikiranmu sekarang dan mempersempit ruang lingkup menjadi jauh lebih kecil sehingga kamu dapat memiliki titik awal darimana kamu akan memulainya.

Saya cukup bosan mendengar terlalu banyak orang yang mengoceh tentang fitur imajiner dari ide produk mereka. Hampir tidak mungkin untuk membuat produk yang bagus jika versi pertamanya adalah kumpulan asumsimu tentang apa yang diinginkan orang.

Note: Ini juga membuat tugas menjadi sangat sulit bagi designer dan engineer mana pun yang mungkin bekerja denganmu, belum lagi fakta bahwa kamu dapat melakukan kesalahan besar dengan cara ini.

Perusahaan konsultan McKinsey memiliki metode yang baik untuk memecah masalah menjadi bagian-bagian komponennya yang disebut MECE) (berikut adalah detail lebih lanjut tentang cara kerjanya: yang mungkin membantu dalam mengidentifikasi asumsi kunci dari idemu yang lebih besar).

6. Gambarkan lebih spesifik

Sekarang, coba kamu buat sketsa yang lebih spesifik dan mendetail berdasarkan ruang lingkup baru yang sudah kamu persempit. Untuk hal ini, kamu dapat membuatnya dengan Crazy 8’s.

Crazy 8’s adalah metode inti dari Desain Sprint. Ini adalah latihan untuk membuat sketsa dengan cepat. Crazy 8’s dilakukan dengan menantang orang untuk membuat sketsa delapan ide (halaman) berbeda dalam delapan menit. Tujuan dari Crazy 8’s adalah untuk mendorong melampaui ide pertamamu yang seringkali merupakan ide yang paling tidak inovatif, dan menghasilkan berbagai macam solusi untuk tantanganmu kedepan.

Membangun sebuah produk

Image for post

MVP — gambar oleh x-staticmediagroup

Bangun MVP (Minimum Valuable Product)-mu. Setelah kamu dapat menyelesaikan langkah 1–6 (yang dapat kamu lakukan dengan sangat cepat).

Now, stop talking and start working.

Secara teori, fase ini seharusnya tidak memakan banyak waktu (atau menghabiskan banyak uang) karena kamu telah mempersempit cakupan ke masalah dan produk yang didefinisikan dengan baik.

KodingWorks sendiri dapat membantumu dalam membangun MVP produkmu. Kami adalah Software Company yang berfokus pada user/pengguna sehingga produk digital yang kami kembangkan tidak hanya tentang pada feature yang canggih, akan tetapi hal yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna.

Setelah MVPmu ada, ada 2 hal yang harus kamu lakukan selanjutnya. Hal ini yang menjadi titik awal dalam pengembangan lanjutan produkmu agar bisa sesuai dengan apa yang orang mau.

1. Uji produkmu, ulangi, ulangi dan ulangi.

Setelah atau bahkan selama pengembangan MVP dari produkmu, mulai tunjukkan produkmu kepada para calon pengguna dan minta mereka menggunakannya.

Ohya, coba hindari godaan untuk mengatakan

“Ini belum siap… Saya hanya perlu menyelesaikan beberapa hal lagi”.

TIDAK.

Kamu sebenarnya tidak perlu menyelesaikan beberapa hal lagi. Semakin cepat orang menggunakannya, semakin cepat kamu akan tahu elemen apa yang sebenarnya diinginkan orang.

2. Temukan pasar yang tepat.

Ini adalah langkah yang terakhir. Bagi saya, ini adalah perjalanan yang sesungguhnya dari perusahaan dan produk digitalmu. Bagaimana kita bisa benar-benar meluncurkan sebuah produk yang memang memiliki pasar penggunanya.

Temukan, dimana pasar untuk produkmu? dan akankah orang-orang membayarnya?

Jika kamu mengikuti langkah-langkah ini, saya tidak dapat menjanjikan bahwa produk atau bisnismu akan berhasil, tetapi saya dapat berjanji bahwa hal ini akan banyak membuat kemajuan dalam menemukan jawaban yang sebenarnya.

Saya juga merekomendasikan untuk tidak menghabiskan uang untuk layanan pihak ketiga kecuali pada langkah # 3 (pengeluaran untuk iklan atau penjualan) jika kamu nyatanya dapat melakukan pra-penjualan atau mengarahkan prospek bahkan sebelum produk dikembangkan atau pada langkah # 6 (pengeluaran untuk pengembang perangkat lunak) untuk membangun MVP.

Ohya, hal ini bisa kamu lakukan hanya dalam waktu kurang dari 1 bulan. Jika kamu benar-benar serius untuk memulai perusahaan atau digitalmu ya.

Jika tertarik dengan Materi Publikasi dari @Kodingworks kamu bisa ikuti kami di: Instagram, Twitter, Dribble

 
Share this